DJUNA ATK STORE KOTA MALANG

D'Juna ATK Store merupakan Layanan Jasa Terpadu mulai dari penyedia ATK / Alat Tulis Kantor - sekolah, pembayaran multi finance, Pengiriman Paket (non dokumen), desain setting media cetak undangan / banner, service - penjualan  Computer dan Property Agent yang melayani semua konsumen di wilayah Malang Raya. 

ATK / Alat Tulis Kantor dan Sekolah mengedepankan kualitas barang dengan harga yang bersahabat,  Mencari penawaran harga alat tulis kantor yang murah meriah dari suatu toko alat tulis kantor – sekolah ? Saat ini, penyedia alat tulis kantor yang dapat diandalkan di  D'Juna ATK Store.


Properti Handle Cheat Buyer Agent

HADAPI KECURANGAN PEMBELI ATAU OWNER Property


Menjual Property Industri berwujud Pabrik atau Gudang adalah penjualan yang menghasilkan fee besar karena minimal harga property diatas 1 M. Hasil yang sungguh menggiurkan apalagi pergerakan di sektor jasa Marketing Property (property agent) tidak terkendala krisis yang kalau di sektor produksi kendala tersebut itu sudah bikin fatal dan mematikan. Secara Umum bekal bagi seorang marketing property tidak perlu lagi dijabarkan secara kongkrit, karena ini berjalan secara alami kalau sudah dijalani, yaitu :
  1. Relasi yang luas dari berbagai kalangan
  2. Mempunyai kemampuan komunikasi yang baik
  3. Mempunyai rasa Percaya Diri ( Pe De ) yang tinggi
  4. Menguasai dan mengerti pada produk yang akan dijual (produk knowledge)
Perlu diketahui oleh property agent yang hendak belajar memasarkan Pabrik atau Gudang bahwa menjual Property Industri besar tidak seperti menjual produk property lain seperti rumah, ruko dan sebagainya atau kendaraan misalnya dimana apabila sudah ditest mesin, bentuk dan kenyamannanya dapat langsung dibeli dan dibawa pulang.Untuk men-deal -kan penjualan Pabrik atau Gudang diperlukan waktu yang cukup panjang, hal ini disebabkan karena bisa jadi calon yang mengaku pembeli (buyer) ternyata bukanlah pembeli yang sesungguhnya, melainkan bisa jadi dia adalah perantara diantara perantara lain (hal ini sering terjadi, mengingat komisi yang cukup besar untuk ukuran sebuah property) tentunya hal ini sah sah saja, hanya saja bilamana terlalu banyak tangan, bisa dibilang semakin menciutnya komisi yang didapatkan !!!. Kalau untuk ukuran Broker Tradisional atau property agent lokal hal ini tentunya tidak membawa masalah, tetapi untuk Property Agent yang bernaung dibawah merek franchaise terkenal hal ini adalah masalah besar. Kadang yang sering terjadi dengan simpel dan tanpa beban, seorang pemilik / Owner Pabrik property industri yang telah deal transaksi melalui jasa seorang property agent akan memberi komisi sekedarnya bahkan tidak sama sekali dengan alasan Owner tidak pernah menitipkan property Pabriknya pada Property Agent tersebut hanya kepada orang suruhan / pemegang kunci Pabrik Owner. Tragis memang padahal seperti diketahui bahwasanya pemasaran pabrik / gudang boleh dikatakan bagai siluman, tidak seperti ruko atau rumah dengan media pengikalan langsung instan dan jadi. Untuk itulah hal utama dan pertama - tama yang harus dilakukan :


  1. Buat Komitmen Fee dengan Owner Pabrik atau Gudang / property industri bukan perwakilan atau yang dikuasakan, kecuali memiliki Surat Kuasa Jual. Hal ini sangat penting supaya Hak Property Agent sebagai Agent pemasar / marketing tidak hilang. Banyak kejadian dialami begitu transaksi sudah terjadi komisi tidak dibayarkan dengan dalih bukan pemilik / owner Pabrik / Gudang yang bertanda tangan di atas Surat Perjanjian secara Exclusive bukan Open Listing, karena terlalu beresiko baik dari pihak pembeli maupun owner Pabrik untuk bertindak curang.
  2. Check surat-surat atas Property Industri tersebut ; Luas, Hak Kepemilikan dsb
  3. Buat Peta situasi atas lokasi tanah tersebut dari pusat-pusat keramaian sampai ke lokasi

Apabila Pembeli serius membutuhkan Property Pabrik / gudang dan tertarik dengan apa yang kita tawarkan dengan cara menghubungi kita berarti kita sudah mendapat calon Pembeli, tahap berikutnya adalah layani pertanyaan dan permintaan mereka dengan baik dan professional dan jalin komunikasi secara intens dan secara pribadi. Dalam komunikasi dengan mereka baik secara langsung / tidak langsung usahakan gali informasi lebih dalam tentang calon Pembeli tersebut, hal ini selain untuk memperlengkap data juga untuk bahan pembicaraan lebih lanjut diluar Property Industri yang kita tawarkan. Beberapa Ciri Pembeli Potensial


  1. Seorang Calon Pembeli Potensial, biasanya menggunakan nomor kontak yang berbeda operator, nomor cantik atau nomor fixed telephone (kantor) jarang yang sama dengan nomor operator dari roperty Agent, bukan alasan penghematan pulsa, bahasa mudahnya "property harga mahal kok mau keluarkan biaya pulsa takut ??", bukan Komunikasi SMS ini lebih parah lagi !!Hari gini masih SMS -an.
  2. Seorang Calon Pembeli Potensial, menggunakan e-mail kantor bukan e-mail gratisan seperti gmail, ymail,yahoo dalam komunikasi atau korespondensi
  3. Seorang Calon Pembeli Potensial, biasanya memiliki Kartu nama dari instansi atau perusahaan
  4. Seorang Calon Pembeli Potensial, belum tentu bahasanya santun, kadang mereka cenderung to the point jadi tidak berbasa basi, kecenderungan bermanis manis kata dan di awal kata menyebutkan instansi tertentu biasanya lebih banyak membual, justru mereka yang benar - benar memiliki jabatan di suatu perusahaan jarang memperkenalkan diri dengan atribut perusahaan (menyamar) baru setelah terjadi komunikasi 40 % mereka mulai membuka diri (hal ini agak sedikit kontradiktif dengan nomor 1,2,3 diatas) tentunya ini harus berjalan seiring waktu sehingga sense marketing tumbuh dengan sendirinya.

ke empat hal tersebut tidak 100 % benar tetapi paling bisa dijadikan Tips marketing untuk menghadapi pembeli atau Owner Pabrik yang curang. Terbayang komisi melayang begitu saja, padahal sudah menjadi hak dari property agent, sebagai "sukses fee" yang harus dibayar Owner Pabrik atas jasa memasarkan Property Industri mereka.

ORDER Pembelian dan INFO Selengkapnya :

Chat WhatsApp SMS 082112211178 Call 082112211178

Komentar (1)

  1. ah..yg benar aja gan, emang udah pernah ngalami ya?

    BalasHapus